iklan ditengah

Tampilkan postingan dengan label hierarkis dan piramidal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hierarkis dan piramidal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juli 2020

Makalah Pancasila Bersifat Hierarkis dan Berbentuk Piramidal



Makalah Pancasila
Susunan Pancasila Bersifat Hierarkis dan Berbentuk Piramidal

KATA PENGANTAR
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas pancasila ini. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan semoga sampai kepada kita selaku umatnya yang insya Allah taat dan patuh terhadap ajaran-Nya. Amin
Kami ucapkan terimakasih kepada Allah SWT dan pihak-pihak yang yang telah membantu dalam pengerjaan makalah ini, kepada dosen Pancasila Bambang Margono SH. MM.  dan juga kepada rekan-rekan semua.
Kami berharap semoga dengan adanya tugas makalah ini, dapat memberikan manfaat khususnya bagi anggota kelompok dan umumnya bagi yang membacanya. Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas pancasila. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan.
 Sekian dan terimakasih.

Penyusun

 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR  i
DAFTAR ISI  ii
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG  1
B. RUMUSAN MASALAH 2
BAB II PEMBAHASAN
A. SUSUNAN HIREARKIS DAN PIRAMIDAL  2
B. DIAGRAM HIREARKIS PIRAMIDAL PANCASILA 3
KESIMPULAN  6
DAFTAR PUSTAKA  7


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pancasila adalah dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, suatu ideologi yang dianut dan dijadikan sebagai pandangan dan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sendiri berasal dari bahasa sansekerta yaitu panca yang dalam bahasa Indonesia bermakna 5 (lima) dan syila yang bermakna batu sendi / alas / dasar, dari dua kata itulah pancasila tersusun. Pancasila memiliki arti lima dasar yaitu meliputi :
1.    Ketuhanan Yang Maha Esa
2.    Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.    Persatuan Indonesia
4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
    Pancasila yang terdiri atas 5 sila pada hakikatnya merupakan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling berkerja sama untuk suatu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh, di mana setiap sila pada hakikatnya merupakan suatu asas dan fungsi sendiri-sendiri, namun secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang sistematis.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang ada, maka dikemukakan perumusan masalah sebagai berikut:
 1. Bagaimana susunan hirearkis dan piramidal pancasila?
  2.  Bagaimana diagram hirearkis piramidal pacasila?


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Susunan Hierarkis dan Piramidal
Hierarkis berarti tingat, sedangkan yang dimaksud bentuk Piramid dari kesatuan Pancasila ialah bahwa sila yang pertama dan seterusnya tiap-tiap sila bagi sila berikutnya adalah menjadi dasar dan tiap-tiap sila berikutnya itu merupakan penjelmaan atau pengkhususan dari sila yang mendahuluinya.
Dalam susunan pancasila banyak orang yang menilai pancasila berbentuk dalam hierarkis atau berjenjang yang menggambarkan hubungan hierarkhi sila-sila dari pancasila dalam urut-urutan (kuantitas) dan juga dalam hal sifat-sifatnya (kualialitas). Kalau dilihat dari intinya, urut-urutan lima sila menunjukkan suatu rangkaian dalam luasnya dan isi sifatnya, merupakan pengkhususan dari sila-sila yang dimukanya. Jika urut-urutan lima sila dianggap mempunyai maksud demikian, maka diantara lima sila ada hubungan yang mengikat yang kepada yang lain sehingga pancasila merupkan suatu kesatuan keseluruhan yang bulat. Andai kata urut-urutan itu dipandang sebagi tidak mutlak. Diantara satu sila dengan sila lainnya tidak ada sangkut-pautnya, maka pancasila itu menjaditerpecah-pecah, oleh karena itu tidak dapat dipergunakan sebagai suatu asas kerohanian bagi Negara.
Menurut  Notonagoro  dinyatakan bahwa bentuk susunan hierarkis-piramidal Pancasila ialah: Kesatuan bertingkat yang tiap sila di muka sila lainnya merupakan basis atau pokok pangkalnya, dan tiap sila merupakan pengkhususan dari sila di mukanya. Sila pertama menjelaskan bahwa pada sila pertama itu meliputi dan menjamin isi sila 2, 3, 4, dan 5, begitu pula sila- sila berikutnya saling berkaitan erat dan menjiwai satu dengan yang lain.
Bentuk susunan hierarkis-piramidal Pancasila, dapat digambarkan dalam bentuk diagram yang disebut dengan diagram hierarkis-piramidal Pancasila. Dengan adanya bentuk diagram ini, terlebih dahulu dapat diuraikan sebagai pengantar bahwa Tuhan Pencipta segala makhluk, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Esa, asal segala sesuatu dan sekaligus sebagai dasar semua hal yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu Tuhan sebagai dasar dari penciptaannya, yang di dalam diagram digambarkan sebagai dasar terbentuknya diagram itu.

2.2 Diagram Hirearkis Piramidal Pancasila
Diagram hierarkis-piramidal Pancasila menunjukkan sekelompok himpunan manusia yang mempunyai sifat-sifat tertentu. Adapun himpunan yang merupakan dasar adalah adanya sekelompok manusia yang dalam kehidupannya selalu mengakui dan meyakini adanya Tuhan baik dengan pernyataan maupun perbuatannya. Selanjutnya sebagai pengkhususan diikuti suatu himpunan manusia yang saling menghargai dan mencintai sesama manusia, memberikan dan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya. Dalam kehidupan manusia, secara kodrati terbentuk adanya suatu kelompok-kelompok atau perserikatan-perserikatan persatuan sebagai penjelmaan makhluk sosial. Dan salah satu perserikatan adalah Persatuan Indonesia. Di dalam persatuan itu membutuhkan pimpinan serta kekuasaan untuk mengatur kehidupan sehari-hari sebagai warga persatuan, dan karena persatuan dibentuk dari warga rakyat, maka pimpinan harus di tangan rakyat secara kekeluargaan, yang disebut dengan istilah kerakyatan, sering juga disebut dengan kedaulatan rakyat, dalam arti rakyatlah yang berkuasa, rakyat yang berdaulat.
Setiap sila yang berasal dari pancasila ini memiliki arti sendiri pada setiap silanya yaitu :
  • sila ke-1 memiliki arti bahwa setiap rakyat Indonesia wajib beragama karena sejak dahulu Indonesia telah mengenal agama dan dalam agama pasti diajarkan hal-hal baik yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Sila ke-2 memiliki arti setiap rakyat Indonesia wajib mempunyai adab atau bisa juga diartikan sebagai sifat menghargai dalam berbagai hal antar sesama makhluk hidup.
  • Sila ke-3 memiliki arti setiap rakyat Indonesia wajib mengutamakan persatuan dan kesatuan Indonesia.
  • Sila ke-4 memiliki arti setiap suatu permasalahan yang dialami bangsa maupun negara Indonesia wajib diselesaikan dengan kepala dingin menggunakan cara bermusyawarah yang menghasilkan solusi yang bisa menguntungkan pihak-pihak yang terlibat dan tidak menggunakan cara kekerasan.
  • Sila ke-5 memiliki arti setiap rakyat Indonesia berhak mendapatkan perlakuan yang adil dan seadil-adilnya.
Hal yang dimaksud dengan pancasila bersifat hirarkis dan berbentuk piramidal adalah dalam pancasila ini berarti memiliki hubungan antara kelompok sila yang ada dalam pancasila dan bersifat erat. Hirarkis sendiri memiliki arti yaitu pengelompokan / penggolongan.
Pancasila yang terdiri dari 5 sila itu saling berkaitan yang tak dapat dipisahkan:
1)      Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa adalah  menjiwai isi sila 2, 3, 4, dan 5, artinya dalam segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan negara harus dijiwai nilai-nilai ketuhanan Yang Maha Esa.
2)      Sila kedua  Kemanusiaan yang Adil dan Beradab yang dijiwai sila ke-1 dan isinya meliputi sila 3, 4, dan 5, dalam sila ini terkandung makna bahwa sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk tuhan yang beradab, maka segala hal yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara harus mencerminkan bahwa negara ini mempunyai peraturan yang menjunung tinggi harkat dan martabat manusia.
3)      Sila ketiga Persatuan Indonesia yang  dijiwai sila 1, 2  dan menjiwai isi dari sila 4, dan 5, sila ini mempunyai makna manusia sebagai makhluk sosial wajib mengutamakan persatuan negara Indonesia yang disetiap daerah memiliki kebudayaan-kebudayaan maupun beragama yang berbeda.
4)      Sila keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dijiwai sila 1, 2, 3 dan menjiwai isi dari sila ke-5. Sila ini menjelaskan bahwa negara Indonesia ini ada karena rakyat maka dari itu rakyat berhak mengatur kemana jalannya negara ini.
5)      Sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu dijiwai oleh isi dari sila 1, 2, 3, dan 4. Sila ini mengandung makna yang harus mengutamakan keadilan bersosialisasi bagi rakyat Indonesia ini sendiri tanpa memandang perbedaan-perbedaan yang ada.

2.3 Kesimpulan
Bahwa susunan sila-sila pancasila urutan maupun rumusannya tidak boleh dirubah, harus tetap sesuai dengan rumusan pancasila dalam pembukaam UUD tahun 1945, karena sila yang diatasnya menjiwai sila-sila yang di bawahnya, sedangkan sila-sila yang di bawahnya dijiwai oleh sila-sila yang di atasnya.


Popular Post

Makalah Pancasila Bersifat Hierarkis dan Berbentuk Piramidal

Makalah Pancasila Susunan Pancasila Bersifat Hierarkis dan Berbentuk Piramidal KATA PENGANTAR Puji syukur marilah kita panjatkan ...