iklan ditengah

Tampilkan postingan dengan label pengertian ilmu alamiah dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengertian ilmu alamiah dasar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 September 2020

Materi ILMU ALAMIAH DASAR (IAD)

 

ILMU ALAMIAH DASAR

A.    Pengertian Ilmu Alamiah Dasar

Ilmu alamiah dasar atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan ilmu pengetahuan yang menjelaskan tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja dan ilmu yang hanya berbicara tentang bagaimna metode-metode ilmu kealaman dalam menjelaskan gejala-gejala alam lebih secara filosofi. IAD merumuskan pemikiran yang selalu di landasi oleh realisme, karena ilmu sains ini berbicara tentang metode-metode alamiah dan gejala-gejala alamiah sehingga tidak dapat lepas dari realitas objek-objek materi yang dapat dilihat oleh indra.

Ilmu alamiah dasar yang mempelajari dasar-dasar alamiah secara universal atau keselururan tapi yang mencakup dasar-dasarnya saja. Ilmu alamiah selalu merumuskan masalahnya dari gejala-gejala yang realitas sehingga metode yang dapat digunakan dalam ilmu alamiah dasar adalah metode-metode yang tidak lepas dari objek-objek materi yang dapat dilihat dan dirasa oleh panca indra.

Metode-metode yang digunakan dalam menapsirkan Ilmu Alamiah Dasar adalah metode-metode alamiah yang dapat di lihat oleh indra sehingga,tidak dapat dengan mudah untuk mengambil keputusan untuk membuat prinsip mengenai ilmu alamiah dasar jika tidak ada realitanya.

 

 

  1. Metode ilmiah

Metode ilmiah merupakan prosedur untuk mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu.

Dengan demikian, cara untuk mendapatkannya harus menuhi syarat logis, objectiv, metodik, sistematis dan berlaku umum(universal) ilmu merupakan cara berfikir dalam menghasilkan suatu kesimpulan berupa pengetahuan. berfikir bukan satu-satunyas cara guna mendapatkan pengetahuan, ilmu bukan satu-satunya produk dari proses berfikir menurut  langkah-langkah tertentu yang dinamakan sebagai berfikir ilmiah.

 

  1. Pendekatan Ilmiah

-Perumusan masalah jelas dan spesifik

-Masalah merupakan hal yg dapat diamati dan diukur secara empiris

-Jawaban permasalahan didasarkan pada data

-Proses pengumpulan dan analisis data serta pengambikan keputusan

-Kesimpulan siap terbuka untuk diuji oleh oranglain

 

  1. Langkah-langkah metode ilmiah

-perumusan masalah

-penyusun kerangka berfikir

-perumusan hipotesis

-pengujian hipotesis

-penarikan kesimpulan

  1. Sifat metode ilmiah

-efisien dalam penggunaan sumber daya (tenaga, biaya dan waktu)

-terbuka (dapat dipakai oleh siapa saja)

-teruji (prosedurnya logis dalam memperoleh keputusan)

 

  1. Pola pikir dalam metode ilmiah

-memupuk sifat objectiv, metodik dan sistematik

-mencintai kebenaran dan bersifat mutlak

-membimbing untuk bersikap optimis, teliti, dan berani membuat pernyataan yg menurut keyakinan ilmiah yg benar.

-membimbing kita untuk tidak percaya begitu saja pada suatu kesimpulan tanpa adanya bukti yang nyata.

 

  1. Keterbatasan metode ilmiah

Kebenaran ilmiah bersifat tentatif sebelum ada kebenaran ilmu yang dapat menolak kesimpulan itu dianggap benar. sebaliknya kesimpulan yang dapat kesimpulan ilmiah terdahulu menjadi kebenaran menjadi kebenaran yg baru.tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan yang bersangkutan dengan baik

dan buruk dalam sistem nilai, tentang seni dan keindahan dan juga tidak dapat menjangkau untuk menguji adanya adanya tuhan.

 

  1. Sikap ilmiah

Metode ilmiah akan membentuk seseorang ilmuwan memiliki sikap ilmiah seperti:

-jujur

-terbuka

-berpandangan luas

-toleran

-tidak merasa diri hebat        

 

 

B.     Alam semesta dan Tata Surya

  1. Mengenal Alam semesta

Pengertian alam semesta mencakup mirokosmos dan makrokosmos. Dalam mikrokosmos kita mempelajari benda-benda yang berukuran sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, dsb. Sedangkan makrokosmos kita mempelajari benda-benda yang berukuran sangat besar, misal bintang, planet, galaksi, dsb.

  1. Isi Alam Semesta

Alam semesta terdiri dari semua materi, termasuk tenaga dan radiasi serta segala hal yang telah diketahui. Bulan, planet-planet dan matahari hanyalah sebagian kecil termasuk dalam Tata surya hanyalah titik kecil diantara 200 milyar bintang penyusun galaksin Bimasakti.

a.       Bintang

Matahari adalah salah satu bintang, dari 200 milyar bintang lain bergerak dalm satu sistem disebut Galaksi Bimasakti. Menurut catatan George O. abell terdapat 39 bintang yang terdekat dengan matahari. Matahari dalam Tata suryanya mengitari Galaksi Bimasakti di dalam garis edarnya dengan kecepatan 240 km per detik atau setara dengan 86400 km per jam. Untuk sekali edarnya dan kembali ke tempat semulanya matahari memerlukan waktu sebanyak 200.000 tahun.

Dilihat dari bumi, bintang di langit tampak berkelompok dan terdiri dari belasan, ratusan, bahkan ribuan. Kelompok-kelompok bintang tersebut dinamakan rasi bintang. Pengelompokan dalam rasi bintang hanya didasarkan pada letak kelompok tersebut dilihat dari bumi.

b.      Galaksi

Di dalam alam semesta ini terdapat banyak galaksi dengan ukuran dan bentuk yang berbeda-beda. Dilihah dari bentuknya terdapat banyak tipe galaksi, diantaranya galaksi sepiral, galaksi sepiral bebatang, galaksi elips, dan galaksi tak beraturan. Berdasaarkan umurnya galaksi tak beraturan adalah galaksi yang termuda, kemudaian galaksi spiral, dan yang tertua adalah galaksi elips.

Berdasarkan pengamatan, Galaksi Bimasakti berbentuk spiral raksasa yang bergerak berputar, namun dari samping berbentuk elips sangt bessar. Bintang-bintang bertebaran dalam lengan spiral. Sebelum dinamakan galaksi, para astronom menyebutnya nebula. Nebula adalah kabut suram yang terdiri dari debu dan gas antar bintang.

3.      Teori terbentuknya alam semesta

Pendapat tentang terbentuknya alam semesta baru merupakan teori, yang meskipun sudah banyak penelitian yang dilakukan namun masih dalam tingkat teori. Pada dasarnya ada dua pendapat terbentuknya alam semesta ini.

1.   Teori dentuman besar

2.   Teori keadaan tetap

 

C.    Sistem Tata Surya

Surya adalah kata lain dari matahari. Jadi sistem tata surya sistem yang teratur oleh matahari, dimana matahari sebagai induk dan dikelilingi oleh pengikut-pengikutnya yaitu planet, asteroid, komet dan meteor. Semua pengikut matahari bergerak di dalam garis edar tertentu dan di bawah pengaruh gaya grafitasi matahari.

1.      Matahari

Matahari terbentuk dari awan gas hidrogen dan debu yang memadat menjadi sebuh boal gas raksasa yang sangat pijar. Matahari mempunayai semacam ekuator dan kutub karena gerak rotasinya.

Penbentukan energi di matahari terjadi terus menerus sebagai akibat dari pembentukan atom baru. Energi yang terbentuk itulah yang menyebabkan matahari bersinar.

Matahri terdiri atas bagian bagian berikut :

1.   Teras matahari

2.   Pabrik Tenaga Matahari

3.   Fotosfer

4.   Komosfer

5.   Korona

 

2.      Planet

Sampai saat ini yang kita ketahui ada 9 planet yang menjadi pengikut matahari. Berdasarkan jark planet dengan matahari maka planet dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu :

1)      Kelompok planet dalam : terdiri dari planet planet yang dekat dengan matahari, umumnya mempunayi ukuran yang kecil, namum mempunayai masa jenis yang lebih besar. Di banding dengan kelompok planet luar. Biasanaya lapisan angkasanya tidak tebal, bahakan Merkurius tidak di lapisi oleh lapisan angkasa. Yang termasuk kelompok planet dalam adalah Merkurius, venus, Bumi, Mars.

2)      Kelompok planet luar : terdiri dari planet-planet ayng jauh dari matahari, umunya mempunayi ukuran yang sangat besar. Kelompok ini kurang padat, dan massa jenisnya rendah. Yang termasuk dalam kelompok planet luar yaitu : Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto.

 

3.      Asteroid

Diantara planet dalam dan luar terdapat jarak pemisah ayng sangat lebar. Para pakar berhasil menemuakan tiga buah planet lagi masing-masing diberi nama palas, minor, dan vesta. Hingga saat ini telah di temukan 3000 planet kecil lainnya. Karena semua planet yang ditemukan berukuran kecil, maka para pakar menyebutnya dengan istilah asteroid.

4.      Komet

Istilah komet berasal dari Yunani yang berarti bintang berekor. Walaupun tidak semua komet mempunyai ekor.  Komet sebenernya sejenis dengan planet, komet hanya memiliki gaya grafitasi yang sangat lemah. Komet bergerak mengelilingi matahari.

5.      Meteor

Meteor adalah benda langit yang sangt kecil yang mengelilingi matahari seperti planet. Meteor berada jauh dari bumi, tetapi ketika melintas berada dekat dengan bumi dam memasuki atmosfir dan terlihat sebagai lajur cahaya.

 

D.    Bumi

Mula-mula orang mengira bahwa bumi itu rata seperti talam. Bumi diketahui seperti bola kira-kira 400 tahun yang lalu. Rotasi bumi berlawanan arah dengan jarum jam yaitu dari barat ke timur. Akibat gerakin ini terjadi pergantian hari, pergantiaan siang dan malam. Sumbu bumi tidak betul-betul tegak lurus, namun tegak miring.

1.      Lapisan-lapisan bumi

a.       Inti Bumi (barisfer/sentofer)

Barisfer terdiri dari nikel dan besi dan lapisan itu disebut nife (niccloum = nikel). Di atas lapisan nife terdapat lapisan antar yang elastis. Susunan zatnya sama seperti batu meteroit.

b.      Kulit Bumi (lithosfer)

Kulit bumi adalah lapisan bumi bagian atas tebalnya kurang lebih 1200 km. Kulit bumi merupakan bangian lapisan vital bagi manusia yaitu berupa benua dan pulau-pulau.

c.       Lapisan air (hidrosfer)

Lapisan air ini adalah lapisan yang berada di bumi, yaitu samudra, laut, sungai, danau, dan air tahah. Hidrosfer sangat berpengaruh terhadap keadaan atmosfer. Karena air yang menguap dari lautan membentuk awan dan hujan. Hal ini berlangsung barabad-abad membentuk siklus air. Siklus air ini yang menyebabkan air alut menjadi asin, karena mineral  laut yang sudah kerak dalam bumi terbawa oleh air laut, air menguap tetapi mineral tidak.

d.      Lapisan Udara (atmosfir)

Atmosfir adalah lapisan udara atau gas yang menyelubungi bumi. Atmosfir termasuk bagian dari bumi karena pengaruh gaya berat. atmosfir ikut berputar bersama-sama setiap hari dan beredar mengelilingi matahari setiap tahun.

 

E.     Biosfer dan Makhluk Hidup

1.      Biosfer

Kata biosfer diambil dari kata bio yang berarti kehidupan,dan sphere yang berarti lapisan ,jadi biosfer yaitu lapisan tempat tinggal makhluk hidup yang  diciptakan allah swt untuk melangsungkan kehidupan semua makhluk hidup,setelah bola bumi mengalami pendinginan beberapa juta tahun lalu.

Biosfer adalah tingkat organisasi terbesar yang mencangkup semua kehidupan di bumi dan adanya interaksi antara lingkungan fisik secara keseluruhan.

2.      Makhluk Hidup

Makhluk hidup adalah penghuni biosfer,yaitu manusia,hewan(fauna) & tumbuhan (flora). Dalam melangsungkan kehidupannya, makhluk hidup saling membutuhkan satu sama lain dan membentuk satu sistem hubungan antar makhluk hidup dengan materi dan energi yang berada di sekitarnya. Ciri-ciri makhluk hidup:

1)      Bergerak, dimana makhluk hidup mampu berpindah tempat dari satu titik ke titik lain.

2)      Bernapas, dimana setiap makhluk hidup melakukan pertukaran gas dalam tubuhnya untuk memberikannya energi.

3)      Tumbuh, dimana makhluk hidup bertambah besar

4)      Peka terhadap  rangsangan(irritabilitas), dimana makhluk hidup memberikan reaksi terhadap rangsangan itu.

5)      Berkembang biak, melakukan reproduksi untuk memberikan keturunan.

6)      Beradaptasi, melakukan hubungan dengan alam sekitar.

7)      Mengeluarkan zat sisa (ekskresi), dimana makhluk hidup mengeluarkan hasil metabolisme/zat-zat yang tidak di perlukan oleh tubuh.

 

a.      Manusia dan Lingkungannya

Lingkungan manusia terdiri dari lingkungan biotik dan abiotik, artinya lingkungan hidup manusia tidak di tentukan oleh benda hidup tetapi juga oleh hal-hal yang bersifat tidak hidup disamping kebudayaan dan perilakunya.

1.      Macam Sumber Daya Alam

Sumber daya alam dapat di bangi menjadi dua bagian yaitu sumber daya alam dapat diperbaharui dan sumber daya alam tidak dapat di perbaharui. Sumber daya alam yang dapat di perbaharui misalnya tumbuh-tumbuhan, hewan, dan sumber alam biotik lainnya. Sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui misalnya minyak bumi, barang tambang, dan mineral lainnya.

2.      Konservasi Sumber Daya Alam

Manusia mempergunakan sumberdaya alam, baik yang dapat diperbaharui atau yanbg tidak dapat diperbaharui, untuk mendukung kelangsungan hidupnya. Keperluan akan sumber daya alam meningkat terus karena dua faktor.

  1. Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat.
  2. Perkembangan peradaban yang memerlukan sumber daya alam yang

sangat banyak lagi.

Akibat penggua sumber daya alam yang tidak bijak, timbul masalah besar bagi manusia itu sendiri, misalnya erosi, banjir, polusi, dan punahnya hewan dan tumbuhan.

Untuk itu perlu agar sumber daya alam tersedia sebanyak mungkin, dan usaha ini dikenal sebagai usaha kenservasi linkungan. Konservasi lingkungan meliputi, konservasi air, tanha, mineral, hutan dan margasatwa.

3.      Pertambahan Penduduk dan Sumber Daya Alam

Pertumbuhan penduduk ini diduga disebabkan oleh.

  1. Pertumbuhan jumlah kelahiran (natalitas) lebih besar dibanding dengan angka kemataian (mortalitas).
  2. Penurunan angka kematian.

Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat sudah dipastikan akan meningkatnya sumber daya alam. Sampai saat ini telah banyak di temukan banyak sumber daya alam dab bahan tambang lainnya di seluruh belahan dunia. Tetapi tidak semua negara memiliki sumberdaya alam yang sama. Hal ini disebabkan antara lain di karenakan tidak meratanya penyebaran sumber daya alam di bumi.

3.      Pencemaran Lingkungan

Saat ini manusia telah menikmati sumbangan teknologi yang telah berhasil menunjang kehidupannya, tetapi manusia juga harus menghadapi akibat negatifnya. Akibat negatif teknologi tersebut dengan bersama adanya peledakan penduduk telah menimbulakan krisis lingkungan pada manusia.

Akibat dari krisis lingkungan diantaranya tampak jelas pada kesehatan manusia. Penyebab polusi (polutan) masuk kedalam tubuh memalui udara yang di hirup, melalui makanan yang kita makan sehari-hari dan melalui suara yang kita dengar. Semuanya berpengaruh terhadap manusia.

Polutan di bedakan  menjadi dua macam yaitu polutan yang bersifat kuantitatif dan  polutan  yang bersifat kalitatif.

Polutan yang bersiifat kuantitatif  adalah substansi yang secara alamiah berasal di alam lingkungan, tetapi jumlahnya meningkat karena kegiatan manusia. Polutan yang bersifat kualitatif adalah sinteris yang di hasilkan oleh kegiatan hidup manusia.

  1. Polusi udara

Polusi udara mempunyai sumber yang beraneka ragam. Dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor  yang di keluarkan memalui polutan yang membentuk gas.

  1. Polusi air dan tanah

Polusi air dan tanah karena polutan tertentu dapat membinasakan mikroorganisme yang terdapat pada tanah dan perairan yang sebenarnya mempunyai peran yang sangat penting dalam siklus materi pada suatu ekosistem.

  1. Polusi suara

Kebisingan yang berlangsung sehari-hari, dengan berkembangnya teknologi dan pertumbuhan penduduk yang  pesat, di perkirakan akan meningkat dua kali lipat dalam waltu 20 tahun yang akan datang. Akibat yang dapat timbul karena pengaruh suara dan tekanan tinggi berpengaruh pada sistem sara otonom

 

b.      Peranan dan Dampak dari Ilmu Alamiah dan Teknologi

1.      IPTEK dan Perkembangannya

Menurut Adolf Portman, secara biologis manusia dipandang  sebangai prematur, kameran manusia tidak memiliki daya penyesuaian terhadap lingkunagn secara alamiah. Pada saat manusia baru lahir, tanpa perlundungan orang tuanya dan lingkungannya, manusia tidak dapat bertahan hidup. Dalam  hal ini manusia di bekali teknik untuk membuat lingkungan tiruan yang bentuknya beraneka ragam dan untuk membuat lingkungan yang cocok dengan dirinya, sehingga muncul hasil abstraksi manusia. Makin tinggi hasil abstraksi manusia, makin tinggi pula kebudayaan orang atau pun bangsa tersebut.

Teknologi adalah suatu cara untuk memproduksi atau memproses membuat sesuatu yang lebih mengembangkan ketrampilan manusia. Pada dasarnya teknologi adalah ilmu terapan.

Popular Post

Makalah Pancasila Bersifat Hierarkis dan Berbentuk Piramidal

Makalah Pancasila Susunan Pancasila Bersifat Hierarkis dan Berbentuk Piramidal KATA PENGANTAR Puji syukur marilah kita panjatkan ...